Tips Mengatasi Pengeluaran Berlebihan

Bookmark and Share

Mendapat kenaikan gaji atau uang saku tambahan dari orang tua, bakalan nggak berarti kalau kita nggak bisa mengelola keuangan secara cermat. Yang ada, nih, kita tetap merasa bokek dan ujung-ujungnya berhutang.

Nah, kami punya trik untuk berhemat dengan memangkas beberapa pos pengeluaran biar kita tetap bisa hidup layak dan masih boleh (sedikit) hura-hura.


Murah + mahal
Tampil gaya nggak perlu mengenakan item bermerek dari ujung rambut sampai ujung kaki. Padukan, dong, antara barang mahal dengan yang murah. Untuk sepatu, tas, dan jeans, boleh saja beli yang mahal. Sementara untuk kaus, kardigan, legging, boleh saja kita beli di ITC dengan harga terjangkau tapi kualitas dan model tetap oke. Jangan lupa miliki basic fashion items berwarna netral (hitam dan cokelat) supaya gampang dipadupadankan.

Big breakfast
Karena malas terjebak macet, biasanya tanpa sarapan kita bela-belain berangkat sepagi mungkin dari rumah. Pas sampai kantor atau kampus, perut keroncongan minta diisi. Mau nggak mau kita harus jajan dan keluar duit ekstra, deh. Mendingan bangun lebih pagi dan sarapan di rumah, atau bawa bekal saja.

Gigi rapi
Demi penampilan, biasanya kita memilih klinik beken yang tarifnya lebih mahal. Alasannya, sih, standar, biar kebersihan dan servisnya bisa dipertanggungjawabkan. Padahal memasang kawat gigi atau sekadar kontrol gigi di rumah sakit milik pemerintah jauh lebih terjangkau dibandingkan klinik swasta.

Wisata kuliner gratis
Ingin wisata kuliner tanpa bikin kantong jebol? Ada segudang trik yang bisa kita lakukan. Pas mau makan di mall, misalnya, jangan malas untuk keliling dan survei terlebih dahulu. Pilih tempat makan yang menawarkan promo khusus, seperti paket murah di jam tertentu, diskon bila bayar dengan kartu kredit tertentu hingga promo beli 1 dapat 2.

Salon coba-coba
Nggak usah gengsi melakukan perawatan rambut di salon yang pegawainya berstatus trainee dari sekolah rambut tertentu. Soalnya, semua perawatan di sini jauh lebih murah daripada di salon 'sebenarnya'. Bedanya bisa sampai setengah harga. Di salon semacam ini pilih saja perawatan yang nggak butuh skill terlalu canggih seperti creambath dan hair spa. Urusan potong rambut njelimet, baru, deh, ke salon lebih mahal.

Bengkel resmi Vs Pinggir jalan
Mobil tua pemberian ortu mulai ngadat? Langsung saja bawa ke bengkel resmi terdekat bukan ke bengkel langganan di pinggir jalan. Tenang, nggak usah khawatir dengan harga servis yang 'mencekik'. Soalnya, di bengkel resmi, kita hanya minta general tune up. Lebih terjamin karena peralatannya lengkap.

Nah, lewat general tune-up, bakal ketahuan apa saja komponen yang rusak dan sudah waktunya diganti. Setelah itu, baru, deh, giring mobil kita ke bengkel langganan yang harga servisnya jauh di bawah bengkel resmi. Lebih hemat, kan?

Komputer & dolar
Ingin beli laptop atau PC baru? Kalau nggak terlalu mendesak, usahakan membelinya saat harga dolar AS lagi turun. Maklum, harga komputer biasanya dipatok mengikuti fluktuasi dolar. Selisihnya cukup menguntungkan, tuh.

Backpacker (nggak) selamanya murah
Jangan mudah percaya penyelenggara trip yang mengaku mengadakan trip ala backpacker dengan bujet murah-meriah. Soalnya, nih, meski harga yang mereka tawarkan terlihat murah, bila dibandingkan dengan trip premium, sebenarnya harga untuk kita sudah di-upgrade sekitar 50% - 100% dari harga dasar.

Nggak asyiknya lagi, bila ikut dalam rombongan besar, biasanya transportasi yang digunakan bus besar dan akomodasi mengingap rame-rame di hotel dan nggak dapet nuansa petualangannya.

Jadi, jika kita memang tertarik liburan ala backpacker, nggak usah ikut acara orang lain. Mendingan tanya-tanya ke teman yang sudah berpengalaman, lalu pergi sendiri.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar